Bacaan hari ini: Ratapan 3
“Engkau dekat tatkala aku memanggil-Mu, Engkau berfirman: Jangan takut!” (Ratapan 3:57)

Dalam menghadapi penderitaan yang berat, sering membuat umat Allah kehilangan ketenangan dan damai sejahtera. Itulah gambaran umat Israel ketika murka Allah menimpa mereka. Nabi Yeremia ingin membandingkan penderitaan umat Israel dengan penderitaannya sendiri.

Nabi Yeremia menggambarkan bahwa dirinya seorang yang sangat penuh dengan penderitaan. Kerapkali kemalangan dan penderitaan yang ia alami membuatnya lupa bagaimana kebahagian dan sukacita di dalam Tuhan. Kadang penderitaan juga membuatnya lelah bergantung kepada Tuhan dan meminta pertolongan kepada-Nya. Dari situasi ini, nabi Yeremia ingin mengatakan bahwa penderitaan memang dapat membuat umat Allah menjadi putus asa dan kehilangan harapan.

Dalam menghadapi penderitaan yang sangat berat itu, nabi Yeremia percaya kasih sayang Allah melampaui akal pikiran manusia, sehingga ia dapat bermegah dalam penderitaan terhebat dan terberat sekalipun. Ia yakin bahwa Allah adalah Allah yang baik, bagi orang-orang yang menaruh harap dan percaya kepada Dia (Rat. 3:19-25). Nabi Yeremia melihat bahwa orang-orang yang terus menaruh harapannya kepada Tuhan, tidak pernah menjadi kecewa (Rat. 3:26). Setiap orang yang sejak muda telah memiliki kehidupan displin rohani yang baik akan mudah menerima penderitaan dan tidak mudah mengeluh (Rat. 3:27). Nabi Yeremia sadar tatkala penderitaan datang menimpa diri seseorang, ada belas kasihan Tuhan mendampingi dirinya dalam melewati penderitaan tersebut.

Nabi Yeremia memberikan contoh kepada kita tentang bagaimana menghadapi penderitaan yang berat. Dari pengalaman nabi Yeremia, kita belajar bahwa penderitaan yang secara pribadi kita alami adalah salah bentuk ujian yang Tuhan berikan kepada kita. Tujuannya adalah untuk melatih diri kita berdoa kepada Tuhan. Dengan ketekunan mencari Tuhan, umat Allah akan dikuatkan dalam penderitaan saat ini. Jangan pernah takut dalam menghadapi penderitaan dalam dunia ini, sebab Allah takkan pernah meninggalkan umat-Nya sendirian (Rat. 3:57-58).

STUDI PRIBADI: (1) Apakah pergumulan hidup pernah membuat Anda kehilangan iman kepada Tuhan? (2) Bagaimana cara Anda menghadapi pergumulan hidup Anda saat ini?
POKOK DOA: Ya Tuhan Yesus, Sahabat dalam hidupku, tolonglah, kuatkanlah hatiku tatkala kesulitan dan penderitaan yang aku alami sekarang ini. Berikan kekuatan untuk hidup taat bagi-Mu.