Bacaan hari ini: Yeremia 48
“Maka Moab akan menjadi malu oleh karena dewa Kamos, sama seperti kaum Israel menjadi malu oleh karena Betel, kepercayaan mereka…” (Yeremia 48:13)

Sejak umat manusia jatuh ke dalam dosa, ia terus berbuat berdosa; salah satu wujud perbuatan dosa manusia adalah terus-menerus mencari dan menyembah berhala. Walaupun sebelumnya mereka pernah mengenal Tuhan, lambat laun mereka meninggalkan Tuhan, dan jatuh ke dalam dosa penyembahan berhala.

Kamos adalah dewa bangsa Moab. Demikian juga Kerajaan Utara Israel, menyembah “lembu emas” di kota Dan dan Betel (1Raj. 12:28-29). Sebetulnya dewa-dewa tersebut adalah media (perantara) bagi manusia untuk memperoleh berkat, memperoleh kekayaan yang mereka cari, bukan kebenaran atau Allah sejati. Di balik semua penyembahan tersebut, kita tahu bahwa mereka (manusia dunia) menyembah diri mereka, menyembah kekuatan duniawi yang sementara dan kuasa dunia yang fana.

Tertulis, “Sungguh, oleh karena engkau percaya kepada bentengmu dan perbendaharaanmu, maka engkaupun akan direbut; Kamos akan pergi ke dalam pembuangan, bersama para imam dan pemukanya. Pembinasa akan datang ke
setiap kota, tidak ada kota yang terluput! Lembah akan binasa, tanah datar habis musnah, seperti yang difirmankan TUHAN” (ay. 7-8). Bangsa Moab menyembah (percaya) kepada kekuatan kota benteng dan letak geografis (gunung dan lembah) mereka yang melindungi dan membentengi mereka dari serangan bangsa-bangsa (kemungkinan musuh Moab sama dengan Israel, Asyur dan Babel). Dan tentunya, mereka juga percaya kepada kekayaan mereka (perbendaharaan, ayat 7) yang juga menjadi kekuatan penolong mereka. Firman Tuhan mengatakan bahwa mereka
akan diserahkan dan mereka juga akan dibuang. Hal ini tergenapi pada waktu orang Yehuda pulang dari pembuangan, sudah tidak pernah ada catatan lagi tentang orang Moab, mereka telah hilang lenyap.

Mari kita memeriksa diri, bagaimana kehidupan rohani kita di hadapan Tuhan, benarkah kita telah mengutamakan Tuhan sebagai satu-satunya Allah kita, dan hanya kepada Tuhan saja, kita berbakti dan menaruh segala kepercayaan kita ?

STUDI PRIBADI: (1) Apa ketakutan kita dan apa senjata kita mengatasinya! (2) Bagaimana iman kita dalam Tuhan Yesus menolong kita, sudahkah kita mempraktikkannya?
POKOK DOA: Tuhan Yesus, ampunilah kami bila kami tidak mengandalkan-Mu di dalam kehidupan kami. Biarlah Roh-Mu memampukan kami untuk tetap setia dan bersandar penuh hanya kepada-Mu, Amin.