Bacaan hari ini: Matius 9:27-31

“’Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?’ Mereka menjawab: ‘Ya Tuhan, kami percaya.’” (Matius 9:28)

Dalam masa pandemi ini, bisa dikatakan bahwa mukjizat merupakan sesuatu yang sangat diharapkan banyak orang. Mulai dari mukjizat kesembuhan, pemulihan, hingga mukjizat lenyapnya virus corona dari muka bumi ini. Namun pertanyaannya, hal apa yang telah kita lakukan dalam pengharapan akan terjadinya mukjizat tersebut?

Perikop Matius 9:27-31 menceritakan dua orang buta yang mengalami mukjizat kesembuhan. Kita melihat, betapa mereka sangat mengharapkan kesembuhan kebutaannya sehingga mereka berusaha mengikuti Yesus. Jika diteliti, tentu sulit jika orang buta harus berjalan mengikuti orang lain. Dua orang buta tersebut hanya mengandalkan pendengaran mereka dan dengan suara yang berseru-seru, mereka berharap Tuhan mendengarnya. Meskipun ada keterbatasan dan kesulitan, mereka tetap mencari Tuhan dengan ketekunan. Bagaimanakah dengan ketekunan kita dalam mencari Tuhan? Khususnya ketika kita mengharapkan mukjizat Tuhan dalam hidup. Kita berharap ada pertolongan, kesembuhan, kelepasan dan keselamatan, namun sejauh mana kita telah bertekun mencari Tuhan?

Selanjutnya, kita juga melihat iman kedua orang buta tersebut kepada Yesus. Mereka buta secara jasmani, namun mata rohani mereka tidak buta. Mereka memiliki iman percaya bahwa Yesus bisa menyembuhkan mereka. Ketika bertemu mereka, Yesus bertanya, “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” Pertanyaan ini menunjukkan sesungguhnya Yesus melihat hati, Ia mengutamakan dan menginginkan agar kita memiliki iman yang sejati. Jawaban kedua orang buta pada ayat 28b dapat menunjukkan iman mereka yang teguh. Buah dari iman yang sejati dan ketekunan yang pada akhirnya memberi mereka kesembuhan.

Demikian juga kita, sebagai umat Tuhan, juga harus memiliki iman dan ketekunan selalu berharap kepada Tuhan. Di masa pandemi ini, harusnya kita tetap tekun dan beriman kepada Tuhan; memiliki iman yang sungguh percaya akan kebenaran dan kuasa Tuhan. Ketekunan dalam mencari Tuhan melalui doa, membaca firman Tuhan dan melakukan kehendak-Nya.

STUDI PRIBADI: Hal positif apa yang bisa kita teladani dari dua orang buta dalam mencari Yesus? Mengapa Yesus menanyakan mengenai kepercayaan dua orang buta tersebut?

Berdoalah: Tuhan Yesus, tolonglah diri saya dapat memiliki iman yang benar dan dapat tekun dalam mencari Tuhan melalui doa dan belajar kebenaran firman-Mu.