Bacaan hari ini: Markus 8:22-26

“Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh…” (Markus 8:25a)

Jika dalam mukjizat sebelumnya, Tuhan Yesus menyembuhkan orang yang tuli dan gagap itu hanya dengan satu kali tindakan, kali ini Tuhan Yesus menyembuhkan seorang yang buta dengan dua kali tindakan: (1) meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya (ay. 23b); (2) meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu (ay. 25a). Dua kali tindakan ini tidak berarti bahwa Tuhan kurang kuasa untuk menyembuhkan kebutaan orang itu. Sejatinya, Tuhan Yesus ingin membawa orang itu mengalami Tuhan secara pribadi. Selain itu, dalam “dua kali tindakan” itu, Markus juga mengindikasikan adanya sebuah proses yang ingin Tuhan kerjakan dalam diri orang buta tersebut.

Tuhan itu Mahakuasa, sehingga mudah saja bagi-Nya untuk menyelesaikan setiap masalah yang kita hadapi dengan hanya sekali tindakan. Meski demikian, seringkali Tuhan menggunakan proses untuk membimbing kita, sembari memproses diri kita untuk mengalami pembentukan, untuk memiliki karakter seperti yang Dia kehendaki. Seringkali proses dari Tuhan ini tidak enak dan menyakitkan. Tak heran, kita kerap berdoa agar proses itu segera berakhir. Akan tetapi, Tuhan ingin menumbuhkan ketekunan dan kesetiaan iman kita kepada-Nya dalam menghadapi berbagai pergumulan hidup kita.

Yang pasti, setiap kita, orang-orang pilihan-Nya, akan diproses sampai kita bertemu muka dengan muka dengan Tuhan. Pada saat itu, kita akan menikmati kemuliaan dan kesempurnaan di dalam Kristus, sebagai anugerah-Nya bagi setiap orang yang percaya. Apabila hari ini, kita ada dalam proses “kesembuhan” dari Tuhan, yang bisa saja berkaitan dengan segala segi hidup kita, bertekunlah dalam iman kepada Tuhan, tetaplah bersabar dalam menjalani semua itu. Percayalah, Tuhan sendiri yang akan mendampingi dan berjalan bersama dengan kita dalam proses pembentukan itu.

STUDI PRIBADI: Bagaimanakah Tuhan Yesus menyembuhkan orang buta dalam bagian ini? Apa artinya “dua kali tindakan” dalam bagian ini Apakah Saudara merasa sedang ada dalam proses pembentukan yang dikerjakan Tuhan?

Pokok Doa: Berdoalah agar jemaat Tuhan tetap kuat, tekun dan bersabar dalam iman kepada-Nya, dalam menjalani pembentukan dari Tuhan, untuk menjadi makin serupa dengan Kristus.