Bacaan hari ini: Matius 14:22-33

“Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!’” (Matius 14:27)

Berada dalam situasi yang penuh dengan tekanan tentu bukanlah hal yang mudah. Layaknya seorang atlet yang tengah bertanding dalam sebuah kompetisi, hal yang harus ia lakukan sejatinya tidak berbeda dengan latihan-latihan yang ia lakukan sebelumnya. Target yang sama, cara yang sama, alat yang sama, bahkan teknik yang sama. Hanya saja, kini ada ribuan mata tertuju padanya, entah untuk memuja atau menghujat dia. Situasi ini tentu membuat emosi dalam diri atlet itu berkecamuk dan bukan tak mungkin menjadikannya gagal fokus dalam mencapai tujuan.

Situasi penuh tekanan seperti itu juga pernah dirasakan oleh salah satu murid Yesus bernama Petrus dalam bentuk berbeda. Penyeberangan ke daratan Genesaret bersama para murid yang lainnya berubah menjadi pengalaman mencekam, ketika perahu mereka diombang-ambingkan oleh angin sakal. Dalam kondisi buruk, penuh kekhawatiran, serta rasa takut itu, Yesus menghampiri mereka dan Petrus dengan tanggap meminta Yesus agar dimampukan untuk menghampiri-Nya. Yesus pun menyanggupi dan menyuruh Petrus berjalan ke arah-Nya. Meski demikian, Matius mencatat bahwa tiupan angin mengusik Petrus, sehingga membuatnya ketakutan dan hampir tenggelam. Yesus pun mengulurkan tangan-Nya dan segera menolong Petrus.

Bagian ini menunjukkan bahwa untuk datang kepada Yesus dalam pergumulan berat yang kita hadapi bukanlah perkara yang mudah. Kristus menghendaki kita untuk datang dan berfokus kepada diri-Nya sebab Ia adalah Allah yang Maha Kuasa. Ia bukan hanya Allah yang mampu memberi makan 5000 orang tetapi juga Ia adalah Allah yang berkuasa atas alam semesta ini. Tantangan dalam kehidupan yang kita hadapi tentu akan membuat kita menjadi bimbang dan ragu, seperti halnya yang dialami Petrus. Meski demikian, Ia juga adalah Allah yang penuh kasih karunia dan tetap akan mengulurkan tangan-Nya ketika kita gagal. Marilah kita terus mengarahkan hati kita kepada-Nya dalam situasi sesulit apapun sembari memohon pertolongan-Nya untuk memampukan kita.

STUDI PRIBADI: Apa yang mendorong Anda berani keluar dari “perahu” Anda dan berjalan menuju Yesus?

Pokok Doa: Berdoalah agar Roh Kudus memampukan setiap orang percaya untuk berfokus kepada Kristus yang Maha Kuasa, daripada masalah yang mereka hadapi saat ini.