Bacaan hari ini: 1 Korintus 11:1, 2 Timotius 2:1-13

“Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.” (1 Korintus 11:1)

Ayat hari ini tidak jarang menimbulkan kontroversi, karena Paulus dianggap meminta jemaat Korintus meng-imitasi dirinya dan bukan Kristus secara langsung. Akan tetapi, kita perlu memahami alasan Paulus berani menuliskan ini. Paulus paham kondisi jemaat Korintus yang membutuhkan teladan untuk menjalani hidup sebagai pengikut Kristus dan Paulus tahu bahwa dirinya adalah teladan yang baik untuk hal ini. Namun, Paulus tidak sembarangan mengatakan, tanpa menyadari keberdosaan dirinya. Paulus minta jemaat meng-imitasi dia dengan batasan yang jelas, yaitu ikutlah Paulus yang mengikut Kristus, bukan Paulus yang dulu atau ketika Paulus melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak mencerminkan Kristus. Dengan kata lain, Paulus ingin mengatakan, “Ikutlah teladanku sebanyak kalian melihat saat-saat aku sungguh hidup mengikut Kristus.”

Jika melihat konteks Paulus menuliskan hal ini maka Paulus meminta jemaat Korintus untuk meng-imitasi dirinya dalam dua hal. Pertama, dalam 1 Korintus 10, yaitu mengikuti teladan Paulus yang lebih memilih untuk memberkati orang lain daripada mencari kepentingan atau kesenangan pribadi. Kedua, dalam 1 Korintus 11, yaitu mengikuti teladan Paulus yang menghormati pemerintahan dan otoritas Allah di dalam gereja. Meskipun, memang nampaknya ajakan Paulus untuk meng-imitasi dia lebih kepada apa yang dinyatakannya dalam 1 Korintus 10, tetapi Paulus adalah teladan yang baik untuk keduanya.

Sebagai orang Kristen yang sedang berjuang dalam anugerah Allah untuk hidup semakin serupa dengan Kristus, kita tidak perlu malu untuk mengatakan hal yang sama dengan Paulus kepada orang lain. Kesaksian memiliki hidup yang berintegritas di hadapan Allah sekaligus memberitakan kebenaran bagi orang-orang di sekeliling adalah hal yang mulia. Jangan biarkan dosa, masa lalu, atau intimidasi kuasa jahat membuat kita berhenti membicarakan kebenaran dan memberi kesaksian akan kemenangan-kemenangan iman yang berhasil kita lakukan untuk meng-imitasi Kristus. Kiranya dalam anugerah Allah kita dimampukan untuk meng-imitasi Kristus dan menjadi teladan bagi orang lain. Amin.

STUDI PRIBADI: Apakah ciri-ciri Anda meng-imitasi Kristus? Apa buah yang Anda lihat?

Berdoalah: Bapa, hanya dengan anugerah-Mulah, kami dapat hidup serupa dengan Kristus dan dengan anugerah yang sama, tolonglah kami menjadi teladan nyata menghadirkan kasih Kristus bagi dunia. Amin.