Bacaan hari ini: Lukas 22:39-53
“Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” (Lukas 22:42)
Sebagai manusia, Yesus mempunyai habit atau kebiasaan memiliki Shubungan atau persekutuan yang erat dengan Allah Bapa-Nya, yaitu kebiasaan untuk berdoa (ayat 39-40). Di dalam doa-Nya, Yesus pun belajar untuk membiasakan diri-Nya menaati kehendak Allah Bapa-Nya. Itulah sebabnya, ketika Yesus menghadapi situasi harus memilih antara menuruti keinginan diri-Nya atau menuruti keinginan Allah Bapa-Nya, Yesus lebih memilih untuk menuruti keinginan atau kehendak Allah Bapa-Nya. Yesus berkata, “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi” (ayat 42).
Sesungguhnya tidaklah mudah untuk sampai kepada penundukan diri seperti yang Yesus kerjakan. Bahkan, Yesus sendiri yang adalah Allah, di dalam keberadaan-Nya sebagai manusia, harus melewati pergumulan yang begitu panjang dan berat untuk memutuskan penundukan diri-Nya kepada kehendak Allah Bapa-Nya. Lukas menuliskan, bahwa sampai-sampai seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya (ayat 43). Di situlah, Yesus sebagai manusia belajar untuk menyesuaikan kehendak diri-Nya kepada kehendak Allah Bapa-Nya yang di Sorga. Dengan mantap-Nya Yesus mengatakan di dalam doa-Nya, tidak terhadap keinginan-Nya dan ya terhadap kehendak Allah Bapa-Nya untuk terjadi di dalam diri-Nya. Ketaatan dan penundukkan diri Yesus ini dilakukan-Nya dengan kerelaan hati, bukan dengan paksaan. Yesus melakukan semua itu karena kasih dan ketaatan-Nya kepada Bapa-Nya. Demikianlah ketaatan Yesus terhadap kehendak Allah Bapa-Nya, yakni ketaatan yang dilakukan-Nya di dalam kasih dan bukan di dalam keterpaksaan.
Jika Yesus yang adalah Anak Allah, ketika Ia menjadi manusia, Ia mau belajar menyatakan ketundukan dan ketaatan diri-Nya kepada kehendak Allah Bapa-Nya, bagaimana dengan kita sebagai anak-anak-Nya? Apakah kita juga mau belajar untuk mengikuti teladan-Nya? Amin.
STUDI PRIBADI: (1) Apa yang dapat kita pelajari dari ketaatan Yesus kepada Bapa-Nya? (2) Bagaimana kita mewujudkan ketaatan kepada Allah Bapa dan Tuhan Yesus Kristus?
POKOK DOA: Berdoalah, Tuhan Yesus, kiranya dijauhkanlah kami dari segala macam bentuk kenyamanan hidup yang membuat kami pasif dan tidak melakukan kehendak-Mu Bapa di dalam hidup kami, Amin.
