Bacaan hari ini: Matius 5:10-12, 1 Petrus 4:1-6

“Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga … Bersukacitalah dan bergembiralah karena upahmu besar di sorga.” (Matius 5:10, 12)

Salah satu realita yang harus dihadapi murid Kristus adalah menderita aniaya karena kebenaran. Rasul Paulus berkata: “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya” (2 Tim. 3:12). Kata “memang” di sini menunjukkan menderita karena kebenaran di dalam iman kepada Yesus Kristus adalah sebuah keniscayaan (tidak boleh tidak). Sedangkan “setiap orang” menunjukkan bahwa tanpa pengecualian. Jika benar demikian adanya, mengapa ada banyak orang Kristen sepertinya tidak mengalaminya, melainkan hanya sebagian saja? Alasan yang paling kuat adalah karena orang-orang yang menyebut dirinya sebagai pengikut Kristus, sebenarnya tidak sungguh-sungguh hidup sebagai seorang murid Kristus, melainkan telah berkompromi, menurunkan standar hidup seorang murid, menyesuaikan diri dengan nilai-nilai hidup dunia, dan menjadi serupa dengan dunia. Ini adalah strategi terbaik untuk menghindari penderitaan aniaya karena kebenaran, namun merupakan cara hidup terburuk yang bisa dijalani oleh seorang murid Kristus.

Berusahalah taat sepenuhnya melakukan setiap ajaran Tuhan, tanpa kompromi dan mengabaikan sekecil apapun daripada kebenaran itu dalam hidup Anda sehari-hari seperti bersaksi, tetap mengasihi dan mengampuni orang yang telah berbuat jahat kepada Anda, sabar, jujur dalam segala hal, melepaskan hak, mengendalikan ego dan hawa nafsu, menyangkal diri, dan lain sebagainya. Setelahnya, kira-kira, bagaimanakah kondisi batiniah Anda? Bisa dipastikan derita aniaya karena kebenaran tidak terhindarkan, namun buah kehidupan yang dihasilkan juga luar biasa, yaitu berhenti berbuat dosa (hidup dalam kehendak Allah), 1 Petrus 4:1b.

Oleh sebab itu, sekalipun tidak menyenangkan, kita tahu bahwa hidup menderita aniaya karena kebenaran: tidaklah sia-sia. Sebab Tuhan Yesus sendiri berkata, “Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Bersukacitalah dan bergembiralah karena upahmu besar di sorga.”

STUDI PRIBADI: Hal apa yang selama ini membuat Anda sulit atau tidak berani menghidupi kebenaran dan bagaimana Anda mengatasinya?

Pokok Doa: Tuhan berikanlah kepadaku iman dan keberanian untuk selalu hidup dalam kebenaran, tanpa takut dan berkompromi dengan nilai-nilai dunia.