Bacaan hari ini: 1 Timotius 1:1-11

“…bagi orang cabul dan pemburit, bagi penculik, bagi pendusta, bagi orang makan sumpah dan segala sesuatu yang bertentangan dengan ajaran sehat yang berdasarkan Injil dari Allah… seperti yang telah dipercayakan kepadaku…” (1 Timotius 1:10-11)

Paulus mengingat dengan jelas alasannya meninggalkan Timotius di gereja Efesus selain untuk menggembalakan juga untuk menangkal ajaran sesat yang berkembang di sana. Paulus membeberkan munculnya ajaran palsu yang mulai mengancam iman jemaat. Mereka menyelewengkan pengajaran tentang Injil sertaTaurat dan mencampurnya dengan ajaran lain sehingga menimbulkan persoalan-persoalan pelik lain. Jadi Timotius dipanggil bukan hanya sebagai gembala jemaat tetapi juga menangkal pengajaran palsu yang bisa menyesatkan.

Guru-guru palsu tersebut bukanlah utusan Allah dan belum mengalami kasih karunia yang membuat mereka kurang mengerti akan ajaran dan pokok-pokok dasar iman kristiani. Mereka tersesat karena mengajarkan sesuatu yang bertolak belakang dengan tujuan awal Injil. Injil menawarkan kasih karunia yang menyelamatkan dan membebaskan orang dari perbudakan dosa untuk hidup dalam kekudusan. Pengajar sesat ini justru membuat orang-orang terikat dalam aturan-aturan lahiriah hukum Taurat, yang hanya menunjukkan dosa-dosa dan tindakan jahat manusia (7-11).

Ukurannya sangat jelas untuk bisa membedakan ajaran yang benar dengan yang palsu. Apakah itu? Pertama, jika ajaran mereka bertentangan dengan ajaran sehat (10). Segera saja terlihat bahwa ajaran sesat yang berkembang di Efesus berlawanan dengan ajaran sehat pada umumnya. Lalu kedua, bertentangan dengan Injil Allah sendiri. Kedua ukuran inilah yang penting buat Timotius dan jemaat Efesus, dalam menilai mana yang benar dan manakah yang sesat.

Sepanjang sejarah, seringkali kita melihat bermunculannya berbagai pengajaran-pengajaran sesat yang membingungkan jemaat. Untuk itulah jemaat Efesus dan kita sekarang ini perlu terus mengenal kebenaran Injil dan bertumbuh di dalam kebenaran tersebut. Dengan demikian kita bisa membentengi diri dari berbagai-bagai rupa angin pengajaran yang disampaikan guru-guru palsu. Kiranya Tuhan Yesus menolong kita untuk dapat mengerti mana yang benar dan mengenali mana yang tidak benar.

STUDI PRIBADI: Apa nasihat Paulus bagi Timotius yang pada waktu itu di dalam usia muda dan harus menjadi gembala di Efesus?

Berdoalah: Tuhan Yesus, tolonglah setiap kami, para hamba-Mu, agar kami dapat mengajarkan Injil Kristus kepada jemaat lain supaya jemaat memiliki pengajaran-pengajaran yang benar di dalam hidup mereka, Amin.