Karena ketika aku masih tinggal di rumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai anak tunggal bagi ibuku, aku diajari ayahku, katanya kepadaku: “Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup.” (Amsal 4:3-4)
Pada umumnya, setiap orang tua memiliki sebuah persepsi (cara pandang) yang kurang tepat dalam memelihara dan membesarkan anak-anaknya. Tidak jarang banyak orang tua yang sangat menekankan kekayaan, kesuksesan dan kedudukan yang penuh kuasa, menjadi tujuan hidup yang sangat penting. Bahkan setiap orang tua rela berkorban dan meninggalkan keluarganya hanya untuk mendapatkan kelimpahan materi dan kesuksesan hidup yang nantinya akan diwariskan kepada anak-anak mereka. Namun, sangat disayangkan bahwa ternyata justru anak-anak tidak mendapatkan warisan hidup yang sesungguhnya.
Amsal 4:1, dimulai dengan seruan kepada para pembacanya untuk mendengarkan (“Dengarkanlah dan perhatikanlah”), yang menunjukkan bahwa segala tulisan yang akan dinyatakan adalah sangat berharga dan penting. Dengarkanlah dan perhatikanlah berarti hendaklah kita menaruh kesungguhan hati untuk mendengar dan memperhatikan secara seksama. Oleh sebab itu, penulis Amsal kemudian memberikan beberapa nasihatnya yang sangat penting, yaitu:
a. Condongkanlah hatimu kepada pengajaran (ay. 2-5)
Mencondongkan hati berarti kita rela untuk selalu mengingat dan berpegang pada pengajaran yang pernah kita terima dari orang tua kita.
b. Peliharalah pengertian dengan sepenuh hati (ay. 6)
Memelihara hikmat berarti kita menjaga segala didikan yang sudah kita peroleh dari orang tua, supaya pengajaran yang benar itu tetap kita lakukan dan ajarkan kepada anak cucu kita pada suatu hari nanti.
c. Utamakan hikmat di atas segala sesuatunya (ay. 8,9)
Mengutamakan (menjunjung tinggi) hikmat akan memberikan kita berkat yang sangat kita butuhkan, yaitu kita akan dihormati, ditinggikan dan dikasihi.
Sebagai orang tua zaman ini, yang sangat menjunjung tinggi materi (kekayaan), jabatan (kedudukan yang penuh kuasa) dan kesuksesan (status sosial), apakah kita masih mengajarkan kebenaran Firman Tuhan kepada anak-anak kita, supaya mereka memiliki kehidupan yang takut akan Tuhan (menghormati Tuhan) sepanjang umur hidup mereka dalam dunia ini? Mari kita kerjakan tugas dan peran kita sebagai orang tua yang sangat penting ini, yaitu mewariskan iman kepada anak-anak kita, supaya mereka memiliki kehidupan yang takut akan Allah dan diperkenan oleh-Nya.
