Bacaan hari ini: Yesaya 57
Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: “Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.” (Yesaya 57:15)

Sepintas, membaca Yesaya 57 memberi kita gambaran: orang benar binasa, tak seorangpun yang mempedulikannya. Orang-orang saleh tercabut nyawanya, tidak ada yang mengindahkannya. Orang yang hidup dengan lurus hatipun mati di atas tempat tidur. Namun mereka yang jahat, yang hidup di bawah hawa nafsu, seolah-olah hidupnya berjaya. Inilah kondisi nyata zaman nabi Yesaya. Hidup penuh ketidakadilan, Tuhan seakan-akan diam. Orang Israel pergi menyerahkan diri menyembah dewa Molokh. Tapi mereka yang masih setia, yang hidup dalam kebenaran, hidup di bawah tekanan, tidak berdaya. Di manakah Tuhan?

Puji syukur kepada Tuhan, Tuhan kita bukanlah Tuhan yang selalu murka, sehingga semangat orang yang tidak berdaya tidak menjadi lemah lesuh (bdk. Yesaya 7:15-16). Tuhan kita sangat mengerti akan diri kita, pergumulan kita, kemampuan kita. Walau Dia adalah Tuhan yang agung, yang Maha Kuasa, namun Ia adalah Tuhan yang dekat dengan umat-Nya, Tuhan yang sangat memahami kita. Tuhan marah karena anak-anak-Nya hidup di dalam dosa, Ia menghajar kita dan seolah-olah menyembunyikan wajah-Nya. Saatnya akan tiba, Tuhan menyembuhkan kita, menuntun kita, memulihkan kita dengan penghiburan; dan kepada mereka yang sedih dan berkabung, Tuhan akan menciptakan puji-pujian damai, baik yang jauh ataupun yang dekat (ayat 18-19).

Dari pasal ini kita belajar, Tuhan kita adalah Tuhan Mahatinggi, besar, agung dan mulia, namun Ia juga Tuhan yang dekat dengan umat-Nya. DIA mengerti segala penderitaan kita. Tuhan akan memulihkan umat-Nya dan akan menghukum orang fasik, mereka yang terus hidup dalam dosa dan berbuat dosa. Oleh karena itu, tetaplah setia, walau engkau diperlakukan dengan tidak adil, seolah-olah tidak ada yang tahu dan tidak ada yang bela, ketahuilah bahwa Tuhan tahu. Bagi mereka yang masih hidup dalam dosa dan mencintai kehidupan berdosa, Tuhan tahu apa yang engkau perbuat, hidupmu tidak pernah ada damai; saatnya akan tiba, Tuhan menegakkan keadilan-Nya.

STUDI PRIBADI: Di dalam bagian ini, apakah gambaran Tuhan yang disampaikan oleh nabi Yesaya melalui nubuatannya?
POKOK DOA: Tuhan, ampuni kami karena terus hidup di dalam kesalahan dan dosa. Tuntunlah hidup kami ke jalan yang benar dan hidupkanlah Firman-Mu di dalam hati kami, agar kami dapat berjalan mengikuti kehendak-Mu, Amin.