Bacaan hari ini: Yesaya 56
“Kepada mereka akan Kuberikan dalam rumah-Ku dan di lingkungan tembok-tembok kediaman-Ku suatu tanda peringatan dan nama …, suatu nama abadi yang tidak akan lenyap akan Kuberikan kepada mereka.” (Yesaya 56:5)

Satu berita penting yang disampaikan Yesaya 56, yaitu keselamatan dan keadilan akan segera datang, Tuhan-lah yang akan menyatakan semua itu. Setiap orang yang setia kepada Tuhan dan tidak ikut dalam perbuatan jahat akan menikmati hari bahagia ini. Termasuk orang asing dan orang cacat fisik yang dalam kitab Imamat dilarang mendekat ke rumah Tuhan (20:18-20). Mereka akan diundang dan dibawa ke gunung Tuhan dan diberi kesukaan dari Tuhan (lihat Yesaya 56:3-7).

Mungkin kita bertanya: sesungguhnya apa yang terjadi, mengapa bisa demikian? Orang cacat dan orang asing diundang Tuhan. Yang harus kita pahami adalah, sebenarnya anugerah Tuhan untuk semua orang, rumah Tuhan adalah rumah doa bagi segala bangsa, terbuka untuk semua. Orang cacat fisik yang dimaksud di sini adalah mereka yang walaupun cacat fisik, namun memelihara hari sabat Tuhan, memilih apa yang Allah kehendaki dan berpegang pada perjanjian Tuhan. Orang asing yang dimaksud adalah orang asing yang menggabungkan diri melayani Tuhan, mengasihi Tuhan, menjadi hamba-hamba Tuhan, yang hidupnya memelihara hari Sabat dan berpegang pada janji Tuhan.

Dari pasal ini kita mendapat satu pengajaran penting, memang benar bahwa bangsa Israel adalah umat pilihan Allah, namun ketika tidak hidup sesuai perintah Tuhan, bahkan hidup meninggalkan Tuhan dan menistakan Tuhan, maka Tuhan tidak segan untuk menghukum dan menghajar mereka. Memang pilihan Tuhan atas bangsa Israel tidak pernah berubah, Allah tetap mengasihi bangsa Israel; karena kasih-Nyalah, Allah menghukum mereka. Sebaliknya, mungkin ada orang cacat fisik atau orang asing, secara posisi mereka lemah, tidak punya hak untuk berada di bait Allah, namun mereka mencintai Tuhan, melayani Dia dan hidup seturut firman Tuhan. Allah-pun memperhatikan mereka, mengasihi dan mengundang mereka untuk dapat menikmati kebahagiaan di dalam Allah. Karena jugalah hak istimewa kita sebagai anak Allah, orang yang sudah ditebus Tuhan. Jangan permalukan Tuhan karena Tuhan tidak akan sungkan menghukum Anda dan saya.

STUDI PRIBADI: Di dalam bagian ini, apakah gambaran Tuhan yang disampaikan oleh nabi Yesaya melalui nubuatannya?
POKOK DOA: Tuhan, ampuni kami karena terus hidup di dalam kesalahan dan dosa. Tuntunlah hidup kami ke jalan yang benar dan hidupkanlah Firman-Mu di dalam hati kami, agar kami dapat berjalan mengikuti kehendak-Mu, Amin.