Bacaan hari ini: Yehezkiel 13
“Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah nabi-nabi yang bebal yang mengikuti bisikan hatinya sendiri dan yang tidak melihat sesuatu penglihatan.” (Yehezkiel 13:3)

Dalam buku Respectable Sins, Jerry Bridges mengatakan bahwa banyak orang Kristen berpikir bahwa berbohong bukan dosa besar. Tetapi dalam Alkitab sesungguhnya tidak ada dosa besar dan kecil. Semua dosa melanggar standar Allah dan serius di hadapan Allah.

Dalam firman Tuhan yang kita baca dalam Yehezkiel 13 ini, kita melihat bagaimana Allah membenci para nabi yang memperkatakan kebohongan kepada umat-Nya. Yehezkiel 13:6-7 menulis: “Penglihatan mereka menipu dan tenungan mereka adalah bohong; mereka berkata: Demikianlah firman TUHAN, padahal TUHAN tidak mengutus mereka, dan mereka menanti firman itu digenapi-Nya. Bukankah penglihatan tipuan yang kamu lihat dan tenungan bohong yang kamu katakan, kalau kamu berkata: Demikianlah firman TUHAN, padahal Aku tidak berbicara?” Mereka bukan memperkata-kan perkataan Allah melainkan memperkatakan apa yang ada dalam hati mereka, yang menyenangkan banyak orang. Tuhan mengecam perbuatan mereka, dan akan beracara dengan para pembohong itu. Tertulis, “Sebab itu, beginilah firman Tuhan ALLAH, oleh karena kamu mengatakan kata-kata dusta dan melihat perkara-perkara bohong, maka Aku akan menjadi lawanmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Aku akan mengacungkan tangan-Ku melawan nabi-nabi yang melihat perkara-perkara yang menipu dan yang mengucapkan tenungan-tenungan bohong” (Yeh. 13:8-9a).

Dalam kehidupan sehari-hari, ada di antara kita yang mengajar, baik di sekolah sebagai profesi maupun di rumah di dalam keluarga kita. Kita tidak boleh sembarang dalam mengajarkan hal-hal yang bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan. Ketika kita tidak tahu, baiklah dengan rendah hati kita mengakuinya daripada pengajaran kita menyesatkan. Janganlah kita berbohong dan membawa orang ke jalan yang salah. Pelajarilah jalan kebenaran sehingga engkau membawa orang-orang mengenal Tuhan dan hidup semakin memuliakan-Nya.

STUDI PRIBADI: (1) Pelajarilah kebenaran firman Tuhan dengan lebih serius. Cobalah untuk membaca dan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan rohani yang kamu miliki. (2) Libatkan dirimu di dalam diskusi dengan orang lain mengenai iman dan tidak perlu malu untuk mengatakan “saya tidak tahu” jika kita memang tidak tahu.
POKOK DOA: Berdoalah untuk pendeta atau pengajar yang kamu kenal agar mereka sungguh-sungguh berintegritas dalam pengajaran mereka dan tidak menyesatkan orang lain.