Bacaan hari ini: Yeremia 19
“Aku harus mengatakan kepada mereka bahwa TUHAN Yang Mahakuasa berkata begini, Bangsa dan kota ini akan Kuhancurkan sehingga menjadi seperti kendi yang pecah itu yang tak dapat diperbaiki lagi.” (Yeremia 19:11, BIS)

Yeremia diperintahkan oleh Tuhan untuk berangkat ke lembah Ben-YHinom, sebuah tempat yang sangat mengerikan, terletak di sebelah selatan Yerusalem; dan di tempat itulah Ahas (ayah dari Hizkia) dan Manasye (anak dari Hizkia) mempersembahkan anak-anak mereka sebagai korban kepada dewa Molokh (2 Raja 16:3; 21:6; 2 Tawarikh 28:3; 33:6). Yosia yang saleh (cucu dari
Manasye), setelah mengadakan gerakan pembaharuan ibadah, menyatakan tempat itu sebagai tempat yang najis (2 Raja 23:10), tempat di mana Yeremia menyampaikan hukuman Tuhan atas bangsa Israel, sekaligus kutukan Tuhan dan menjadikan tempat itu sebagai kuburan (Yeremia 7:32, 19:6). Ungkapan lembah Ben Hinom (lembah putra Hinom) digunakan untuk merujuk tempat bagi orang-orang berdosa setelah mati (Sumber: Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid I dan http://www.sarapanpagi.org/lembah-ben-hinom-vt7900.html).

Melalui nabi Yeremia Tuhan menyatakan penghukuman-Nya atas bangsa Israel (bdk. Yer. 19:15). Peringatan Tuhan melalui buli-buli yang diremukkan ini menjadi pelajaran penting bagi kita pada masa kini, bahwa Tuhan menuntut kesetiaan tanpa syarat dari orang Kristen; Dia adalah TUHAN semesta alam yang tidak berkompromi atas segala kebejatan moral dan spiritual yang melanggar kekudusan-Nya, karenanya hanya DIA yang layak disembah dan diagungkan. Saat ini, jabatan, pekerjaan, uang, harta, kesuksesan, keluarga, dan semua pencapaian-pencapaian lainnya menjadi alat pemuas dan ukuran kenikmatan dalam hidup kita, melebihi kerinduan kita kepada Tuhan dan menjadi lebih penting daripada Tuhan, kedudukan-Nya tergeser dari hati dan hidup Anda; berhati-hatilah, karena ada tindakan tidak setia, menduakan Tuhan, dan pemberhalaan. Hidupilah dan syukuri selalu anugerah yang Tuhan berikan dalam Yesus Kristus, baik keselamatan, kehidupan, keluarga, pekerjaan, pelayanan, atau apapun itu. Jadikan Tuhan dan perintah-Nya sebagai yang pertama dan terutama (Kel. 20:3-5; Mat. 22:37).

STUDI PRIBADI: (1) Dengan cara bagaimana, harta, jabatan, pekerjaan, keluarga, uang, dll. dapat menggantikan posisi Tuhan dan menjadi berhala dalam hidup Anda? (2) Bagaimana cara Tuhan meremukkan Israel atas ketidaksetiaannya, pelajaran apa yang Anda temukan?
POKOK DOA: Berdoalah bagi segenap umat Tuhan agar bersungguh-sungguh beribadah kepada-Nya, tetap fokus untuk hidup bagi Tuhan, dan melakukan setiap perkara yang memuliakan nama-Nya.