Bacaan hari ini: Kidung Agung 3
“Jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!” (Kidung Agung 3:5b)

Sebelum membahas lebih jauh mengenai pasal ini, kita perlu melihat garis besar latar belakang penulisan kitab Kidung Agung. Kitab ini menceritakan tentang seorang gadis Sulam (gadis desa) yang sedang jatuh cinta kepada kekasihnya, seorang gembala. Tetapi tanpa sengaja, gadis Sulam ini terlihat oleh raja Salomo yang kemudian jatuh cinta kepada gadis Sulam ini. Raja Salomo berusaha untuk menarik hati sang gadis Sulam ini, tetapi karena cintanya kepada sang kekasih, gadis Sulam menolak cinta dari raja Salomo.

Pasal 3 ini menceritakan perasaan cinta gadis Sulam kepada sang kekasih. Ayat 1-5 menceritakan bahwa setiap hari gadis Sulam ini mencari kekasihnya, tetapi tidak menemukannya. Dan ketika menemukannya, dia sangat gembira sekali dan tidak ingin melepaskannya. Meskipun demikian besar cintanya, ia tetap menjaga kesuciannya. Itulah sebabnya di ayat 5b gadis Sulam berkata, “jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!” Kalimat ini sebenarnya merujuk pada hubungan yang intim (hubungan suami-istri). Jadi kalimat ini dapat ditafsirkan dua hal, yaitu: (1) Jangan melakukan hubungan intim sampai sudah menikah (band. 1Kor. 7:9). (2) Janganlah mencoba membangkitkan cintanya (dalam hal ini gadis Sulam) kepada raja Salomo kecuali kepada sang kekasihnya (dalam arti lain, jangan memaksa dirinya untuk mencintai Salomo karena dia sudah mencintai kekasihnya sendiri).

Firman Tuhan ini mengajarkan dua hal, yaitu: (1) Apakah kita menjaga kekudusan hidup kita? Seperti gadis Sulam yang menjaga kekudusan diri, walaupun dirinya sangat merindukan sang kekasih, tetapi ia tetap menjaga kesucian dirinya untuk tidak melakukan hubungan suami-istri sampai ia menikah. Apakah kita sudah menjaga kesucian dan kekudusan hidup kita sebagai anak-anak Tuhan? (2) Seperti gadis Sulam yang rindu kepada sang kekasih, apakah kita juga merindukan Tuhan? Apakah kita benar-benar mengasihi Tuhan? Apabila kita mengasihi Tuhan, maka kita harus menuruti perintah-perintah-Nya (lih. 1Yoh. 2:3-6; 4:7-8).

STUDI PRIBADI: (1) Apakah kita sudah menjaga kesucian dan kekudusan hidup kita? (2) Apakah benar kita telah hidup mengasihi Allah?
POKOK DOA: Berdoalah agar kita dimampukan untuk hidup kudus di hadapan-Nya. Minta ampunlah kepada Tuhan jika selama ini hidup kita penuh dosa; Tuhan kita adalah Tuhan yang Mahapengampun dan Mahapengasih.