Bacaan hari ini: 1 Raja-Raja 17:7-24

“Kemudian kata perempuan itu kepada Elia: Sekarang aku tahu, bahwa engkau abdi Allah dan firman TUHAN yang kauucapkan itu adalah benar.” (1 Raja-Raja 17:24)

Ketika kekeringan di tanah Israel semakin menghebat, maka sungai Kerit pun menjadi kering. Namun pertanyaannya, mengapa Tuhan tidak membuat sungai Kerit tetap berair dan tetap memakai burung gagak untuk memelihara hidup nabi Elia? Bukankah pemikiran ini sering menjadi pemikiran umum, bahwa: jika di tepi sungai Kerit, Tuhan sudah memelihara, mengapa tidak di tempat itu saja, nabi Elia berada?

Tentu jalan Tuhan bukan jalan kita. Pikiran Tuhan bukanlah pikiran kita. Tuhan memiliki tujuan dan rencana sesuai kehendak-Nya. Keinginan kita adalah kenyamanan hidup kita, sehingga apabila terjadi perubahan hidup, kita tidak mau melihatnya dari maksud dan kehendak Tuhan. Nabi Elia tidak demikian. Ia pergi ke Sarfat, karena Tuhan mempunyai tujuan. Apa tujuan-Nya? Tuhan berkehendak, agar Elia menjumpai seorang janda di Sarfat. Mengapa harus janda di Sarfat, di wilayah Sidon, dan bukan seorang janda di wilayah Israel? Sekali lagi, maksud dan kehendak Tuhan melampaui apa yang kita pikiran. Yang kita tahu dari narasi ini adalah, sebagai hamba Tuhan, nabi Elia taat melakukan perintah Tuhan. Ia tidak berbantah, tetapi segera mengerjakannya.

Kita akan mengerti maksud Tuhan ini, ketika kita membaca narasi ini dan referensi pada kitab lainnya dalam Alkitab. Pertama, melalui janda Sarfat tersebut, Tuhan akan memelihara nabi Elia (ay. 9). Kedua, Tuhan berbelas kasihan kepada siapa Ia berbelas kasih, dan janda Sarfat menjadi pelajaran berharga bagi orang Israel, yaitu umat-Nya sendiri menolak Tuhannya, sedangkan bangsa lain percaya dan menyambut nabi-Nya (bdk. Luk. 4:25-26).

Bagaimana dengan kita hari ini? Marilah kita belajar percaya dan patuh kepada Tuhan. Apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, janganlah kita kehilangan kesetiaan kita kepada-Nya. Tuhan memiliki banyak cara untuk memelihara Elia, dari sungai Kerit sampai jandi Sarfat. Demikian pula dengan diri kita. Yang terpenting dalam hal ini adalah percaya dan patuh. Kerjakan segala sesuatu yang terbaik sesuai kehendak Tuhan.

STUDI PRIBADI: Mengapa Tuhan menyuruh nabi Elia menjumpai janda di Sarfat daripada di Israel? Pelajaran apa yang Anda dapatkan dari kisah Elia dan Janda Sarfat?

Pokok Doa: Berdoalah kepada Tuhan, agar Ia memberikan kepada Anda dan setiap orang percaya hikmat dan pengertian, sehingga kita dapat memilih langkah yang benar sesuai kehendak-Nya.