Bacaan hari ini: Matius 26:30-46
“Yesus berkata kepadanya: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” (Matius 26:34)

Banyak cara yang dilakukan untuk menjaga barang yang rapuh agar dapat selamat sampai tujuan. Salah satunya dengan menempelkan tanda fragile pada barang yang akan dikirim. Tujuannya agar orang yang melihat tanda fragile berhati-hati untuk mengangkat ataupun memindahkan barang tersebut sehingga barang tetap aman tidak pecah atau rusak.

Bukan hanya barang yang perlu dijaga, iman yang rapuh dan mudah goncang ketika permasalahan menerpa, juga perlu dan harus dijaga. Hal ini yang disampaikan Yesus kepada para murid-Nya. Pada bagian ini, untuk kesekian kalinya Yesus memberitahukan tentang apa yang akan terjadi kepada diri-Nya. Yesus memberitahukan tentang goncangan iman yang besar akan dialami para murid-Nya (ay. 31). Dengan spontan dan penuh percaya diri, Petrus menyatakan responnya bahwa, “biar mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak.” (ay. 33). Namun sekali lagi, Yesus tahu betapa lemahnya dan rapuhnya iman mereka. Yesus menyampaikan apa yang akan dilakukan oleh Petrus ketika peristiwa besar itu terjadi. Petrus akan menyangkal-Nya sebanyak tiga kali sebelum ayam berkokok (ay. 34). Dengan percaya diri, Petrus dan para murid meyakinkan gurunya bahwa mereka akan tetap setia bahkan rela mati bersama-sama dengan Dia (ay. 35). Peristiwa ini berlanjut dan Alkitab memberitahukan apa yang akan terjadi selanjutnya. Ketika goncangan iman datang, para murid akan lari meninggalkan Yesus bahkan Petrus pun akan menyangkal-Nya.

Goncangan iman yang terjadi pada para murid juga dapat terjadi pada diri kita ketika masalah dan pergumulan melanda. Oleh karena itu, kita perlu terus memohon belas kasihan Allah untuk menjaga iman yang rapuh ini. Kita perlu terus melakukan upaya untuk menjaga iman dengan menjaga relasi dengan-Nya melalui Firman dan doa.

STUDI PRIBADI: (1) Renungkanlah, bagaimanakah relasi kita dengan Tuhan, saat ini? (2) Sudahkah doa dan firman menjadi prioritas kita selama ini? Apa komitmen kita untuk menjaga iman yang rapuh ini?
POKOK DOA: Berdoalah agar jemaat Tuhan memiliki kerinduan untuk menjaga iman dengan disiplin doa dan membaca firman, sehingga kuasa doa dan firman membentengi kehidupan imannya.