Bacaan hari ini: Yehezkiel 28
“Firman TUHAN ALLAH: Karena engkau menjadi tinggi hati, dan berkata: Aku adalah Allah! Aku duduk di takhta Allah di tengah-tengah lautan. Padahal engkau adalah manusia, bukanlah Allah, walaupun Allah walau hatimu menempatkan diri sama dengan Allah” (Yehezkiel 28:2)

Dua dekade lalu adalah kali pertama kita melihat puluhan sisir pisang di supermarket lokal, yang tampak luar elok dan menggoda, serta tingkat kematangan seragam. Belakang diketahui, bahwa pisang ini dikembangbiakkan bukan dengan cara vegetatif konvensional, melainkan teknologi rekayasa genetika: kultur jaringan. Lewat teknologi ini, pisang memiliki rasa manis seragam, elok dipandang, serta tahan hama penyakit. Para ahli Indonesia berhasil membuat industri berbasis rekayasa genetika. Sangat mungkin, dalam waktu dekat kita mampu merekayasa makhluk yang lebih kompleks, bahkan manusia. Jangan-jangan karena kemajuan teknologi, kita mulai kehilangan iman kepada Tuhan.

Di tanah penjajahan, Nabi Yehezkiel bertugas memperingatkan Israel akan penghakiman yang mengerikan atas mereka. Selain kepada bangsa Israel, dia juga menyampaikan nubuat penghakiman untuk bangsa-bangsa di sekitar Yehuda. Mengapa bangsa Tirus? Selain Mesir, Tirus ialah bangsa yang paling maju teknologinya masa itu. Karena kepandaiannya, bangsa Tirus berhasil menjadi bangsa yang paling kaya di daerah tersebut. Karena kelebihan-kelebihan ini, Raja Tirus menyamakan dirinya dengan Tuhan. Karena kelebihan ini pula, bangsa Israel malah bersekutu dengan mereka! Tidak hanya bersekutu, Israel bahkan berzinah rohani dengan cara mengadopsi dewa-dewa bangsa Tirus untuk disembah. Kengerian panas amarah penghakiman Tuhan Allah pun harus dijatuhkan kepada mereka!

Tidak ada yang salah dengan hikmat dan kekayaan. Kepandaian dan kekayaan adalah bagian dari berkat Tuhan atas umat-Nya. TUHAN tidak melarang kita untuk menjadi pandai dan kaya. Bahkan nama Tuhan akan dimuliakan, ketika kita menggunakan kepandaian dan kekayaan itu untuk menolong umat-Nya dan menyaksikan kasih-Nya bagi mereka yang belum mengenal TUHAN. Waspadalah; jangan sampai kepandaian dan kekayaan menjauhkan kita dari Tuhan, atau bahkan membuat kita merasa sama dengan Tuhan.

STUDI PRIBADI: Hikmat dan kekayaan adalah bagian berkat Tuhan atas kita; adakah saat kita merasa kurang beriman pada Tuhan karena kepandaian kita menyelesaikan masalah?
POKOK DOA: Berdoalah memohon agar lebih banyak cendekiawan Kristen yang tidak hanya pandai secara hikmat, tapi juga memiliki kehidupan rohani yang baik dan takut akan Tuhan.