Bacaan hari ini: Yehezkiel 27
“Ratapan kuat, teriakan pahit diperdengarkan terhadapmu; taruh abu di atas kepala, berguling-guling dalam debu.” (Yehezkiel 27:30)

Kota Tirus merupakan kota pelabuhan dan kota perdagangan yang sangat berpengaruh pada zaman itu. Bahkan kota ini termasuk salah satu kota yang kaya raya. Tidak heran jika Tirus dikatakan sebagai kota terindah dan terapung di tengah laut (ay. 1-9). Tetapi meskipun Tirus merupakan kota yang indah, makmur, kuat dan menjadi kebanggaan menurut standar manusia, bagi Tuhan Allah semuanya akan habis musnah dalam sekejab, yang tinggal hanya padang gundul, kota Tirus telah lenyap dan hilang ditelan bumi (ay. 33-35).

Melihat begitu dahsyatnya kuasa Tuhan Allah (lebih tepatnya keadilan dan penghukuman-Nya), semua orang dan semua bangsa akan gemetar, meratap, ada teriakan pahit dan jiwa merana, dan suasana berkabung. Siapakah yang tahan menghadapi murka Tuhan? Siapakah yang dapat menghindarkan diri dari penghukuman Tuhan? Adakah manusia mampu untuk menyelamatkan dirinya sendiri dari murka Tuhan?

Adakah manusia sadar bahwa segala sesuatu dalam dunia ini yang menjadi kebanggaan diri dan berhala diri, melebihi cintanya kepada Tuhan, akan sia-sia? “Janganlah mengumpulkan harta di dunia ini sebab ngengat dan karat akan menggerogotinya, tetapi kumpulkan harta di sorga maka engkau akan memperoleh hidup dan hidup itu ada di dalam kekekalan.” Jadikanlah Tuhan Allah sebagai sumber kebanggaan dan kemuliaanmu, jangan ada ilah-ilah lain di hadapanmu. Sebab Tuhan dengan keadilan-Nya menghukum umat-Nya sesuai dengan perbuatannya. Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan menghadapi murka-Mu. Mampukan hamba ini untuk terus-menerus dipenuhi oleh pikiran-pikiran Kristus, bukan pikiran-pikiran duniawi, agar hamba makin dewasa di dalam pengenalan akan Engkau. Dan melakukan dengan sungguh-sungguh akan firman-Mu sampai akhir hidup hamba, Amin.

STUDI PRIBADI: (1) Apa yang dapat kita tuliskan tentang Tirus menurut kacamata Firman Tuhan? (2) Pelajaran rohani apa yang dapat kita ambil dari bagian ini untuk kita terapkan di dalam kehidupan kita?
POKOK DOA: Berdoalah bagi segenap pelayan rohani yang terlibat di dalam pelayanan agar tetap mengandalkan Tuhan dan menjaga kekudusan hidup seturut kehendak-Nya.