Bacaan hari ini: Matius 25:1-30
“Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.” (Matius 25:13)

Setiap proses kehidupan selalu memiliki ritme rutin dan dipenuhi dengan berbagai kesempatan. Namun yang menakutkan, ketika kita sedang menanti-nantikan kesempatan itu, kita justru terlena dengan segala sesuatu hal yang bersifat rutinitas, sehingga kita tidak siap untuk menerima kesempatan itu dalam hidup ini.

Menanti datangnya Kerajaan Allah digambarkan oleh Tuhan Yesus seperti lima gadis bijaksana dan lima gadis bodoh, yang sedang menanti-nantikan datangnya mempelai pria dan menikmati pesta perjamuan pernikahan. Firman Tuhan tertulis, “Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.” Setelah mempelai pria itu datang, maka “Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.” Tetapi kelima gadis bodoh tidak mempersiapkan dirinya untuk menyongsong mempelai pria. Selain itu, kedatangan Kerajaan Sorga juga digambarkan dengan seorang Tuan yang memberikan kepercayaan kepada para hamba-Nya, tetapi dalam bagian ini dicatat bahwa ada seorang hamba yang tidak menghargai kepercayaan tuannya itu. Dan, Allah menegur dengan sebutan hamba yang jahat. Oleh sebab itu, melalui dua perumpamaan ini, Tuhan Yesus mengingatkan para murid untuk selalu hidup berjaga-jaga dalam menanti-nantikan kedatangan Kerajaan Sorga dalam dunia ini. Hidup berjaga-jaga berarti menanti-nantikan datangnya Kerajaan Allah dengan aktif, bukan pasif. Hidup berjaga-jaga berarti kita melengkapi diri dengan hidup yang diperkenan Kristus, mempersiapkan segala sesuatunya yaitu hidup kudus dan mengembangkan apa yang telah dipercayakan Allah dalam kehidupan kita sehingga hati Allah disenangkan.

Marilah kita mulai kembali mengintrospeksi diri kita, apakah sampai saat ini kita masih terus-menerus menanti-nantikan kedatangan Kerajaan Allah dengan hidup selalu berjaga-jaga? Janganlah terlena dengan segala rutinitas hidup ini, apalagi terlena dengan segala kenikmatan dunia, Tuhan pasti tidak berkenan atas semua hal tersebut.

STUDI PRIBADI: Setelah membaca dan merenungkan bagian Firman Tuhan ini, pelajaran rohani apa yang dapat kita terapkan di dalam kehidupan kita?
POKOK DOA: Tuhan Yesus, mampukanlah kami untuk senantiasa berjaga-jaga di dalam kehidupan kami dan setia dalam iman, di dalam kami menantikan kedatangan-Mu, Amin.