Bacaan hari ini: Amos 9
“Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel…” (Amos 9:14)

Penglihatan kelima dalam kitab Amos adalah Tuhan berdiri dekat mezbah-Nya, Tuhan hadir di Bait Suci dan berfirman. Tuhan datang menyatakan kekudusan-Nya dengan menyampaikan penghukuman kepada Israel yang meninggalkan Tuhan. Penghukuman Tuhan begitu kuat sehingga tak seorangpun bisa terluput darinya (ay. 1), bahkan sekalipun ada yang terluput, mereka akan tetap dibinasakan oleh pedang. Sekiranya orang Israel bisa melarikan diri ke dunia orang mati untuk menghindar dari hukuman Tuhan, tangan Tuhan akan menjangkau mereka. Sekalipun mereka dapat naik ke langit, Tuhan akan menurunkan mereka dari langit (ay. 2). Tuhan akan mencari dan mendapatkan mereka kembali. Tuhan berkuasa atas segalanya; pada saat Tuhan menghendaki penghukuman bagi bangsa Israel, tak seorangpun dapat terhindar darinya.

Namun, di tengah penghukuman Tuhan kepada bangsa Israel, ada sebagian dari mereka yang tidak akan dibinasakan oleh Tuhan, mereka adalah kaum remnant. Mereka adalah orang-orang benar, yang disayangi oleh Tuhan dan tidak dibinasakan Tuhan. Tuhan justru akan memisahkan mereka yang benar dari yang tidak benar (ay. 9). Tuhan akan memulihkan kembali kondisi kaum remnant ini sebagai bangsa Israel. Secara pribadi maupun secara komunal sebagai bangsa Israel, akan Tuhan kerjakan, bagi mereka yang takut akan Dia (ay. 14-15).

Tuhan menghendaki pertobatan umat-Nya yang berdosa dan yang meninggalkan Dia. Pada saat umat-Nya kembali dan bertobat, serta setia kepada-Nya, Tuhan sendiri akan memulihkan umat-Nya. Penghukuman yang Tuhan berikan kepada orang-orang yang takut akan Dia, tidak akan membinasakan, namun justru akan menyadarkan dan membawa mereka kembali kepada Tuhan. Kiranya kita termasuk orang-orang yang hidup takut akan Tuhan. Pada saat Tuhan menegur, kita memiliki kepekaan dan kelembutan hati untuk bertobat dan kembali pada Tuhan, tidak menunggu sampai Tuhan menyatakan penghukuman-Nya.

STUDI PRIBADI: (1) Apa syarat umat Tuhan yang ingin dipulihkan oleh Tuhan? (2) Adakah kepekaan dalam hati Saudara pada saat Tuhan menegur dosa Saudara? Bagaimanakah Saudara meresponi teguran Tuhan itu? POKOK DOA: Berdoalah agar jemaat Tuhan memiliki kepekaan hati untuk senantiasa hidup takut akan Tuhan dan segera bertobat menyesali dosanya, sebagai tanda umat yang dikasihi oleh Tuhan.