Bacaan hari ini: Yehezkiel 30
“Hari itu sudah dekat, hari TUHAN sudah dekat, hari dengan awan gelap; itu adalah saat bangsa-bangsa.” (Yehezkiel 30:3)

Mari ini kita khusus menyoroti Yehezkiel pasal 30; ada empat kali dikatakan: “Beginilah firman Tuhan Allah” (ayat 2, 6, 10 dan 13). Yehezkiel ingin menyampaikan kepada pemimpin Mesir, betapa serius hukuman Tuhan, bukan sekadar omongan manusia tetapi ini adalah firman Allah, otoritas dari Allah. Mesir bukan sedang melawan manusia, tetapi sedang berhadapan dengan Allah, melawan Allah. Kesombongan Mesir atas koalisi dan bersama pakta pertahanannya akan dihancurkan Tuhan (ayat 4-9). Dari sini kita belajar, jangan sombong, jangan tinggi hati jika Anda kuat, Anda mampu, sekalipun didukung oleh teman-teman atau orang-orang dekat yang sangat loyal dengan Anda.

Tindakan Allah menghukum Mesir juga sekaligus menjadi peringatan bagi bangsa-bangsa sekitarnya, khususnya Etiopia yang juga terkenal sombong dan bersenang-senang atas keruntuhan Yehuda, umat Allah (ayat 4-9). Keadilan Tuhan seharusnya menjadi peringatan bagi semua orang agar janganlah mensyukuri kehancuran orang, janganlah sombong, dan janganlah tinggi hati melawan Allah. Jika tidak bertobat, kitapun akan menghadapi nasib yang sama.

Tuhan akan meniadakan kekayaan Mesir dengan perantaraan Nebukadnezar, raja Babel, yang digambarkan sebagai bangsa yang paling ganas. Babel akan menghancurkan kota-kota yang menjadi kebanggaan orang Mesir. Ini menyatakan bahwa Allah berkuasa dan berdaulat penuh atas sejarah dunia. Bagaikan sedang menonton sebuah film perang dan kita sudah terlebih dulu mendapatkan naskah film tersebut, sehingga kita boleh mengerti arah cerita dan siapa tokoh utama di balik film tersebut. Demikianlah kita memahami Yehezkiel pasal 30 ini. Apabila Alkitab tidak memberitahukan, maka orang akan berpikir bahwa sejarah dunia berjalan, mengalir begitu saja. Tetapi Alkitab menjelaskan, ada Allah penguasa alam semesta yang menguasai dan terlibat langsung dalam setiap kejadian dan arah dari sejarah dunia.

STUDI PRIBADI: Apakah yang akan dilakukan Tuhan terhadap bangsa yang tidak bertobat dan mengandalkan kekuatannya sendiri?
POKOK DOA: Berdoa bagi bangsa dan negara Indonesia agar para pepimpin bangsa ini dapat menjalankan roda pemerintahan dengan benar dan tepat dan membawa bangsa ini keluar dari berbagai krisis.