Bacaan hari ini: Yehezkiel 31
“…maka Aku telah menyerahkan dia ke dalam tangan seorang berkuasa di antara bangsa-bangsa, supaya ia memperlakukannya selaras dengan kejahatannya; Aku menghalau dia.” (Yehezkiel 31:11)

Pohon Aras Libanon adalah pohon yang sangat berharga dan megah yang dicatatkan Alkitab. Tingginya bisa mencapai 24 meter, rentang dahan sampai 33,8 meter, sedangkan lingkar batangnya mencapai 12 meter, dan garis batang mencapai 3 meter. Pohon ini bisa hidup sampai ratusan tahun, ia menjadi simbol kekuatan dan daya tahan.

Yehezkiel pasal 31 menyebutkan Mesir sebagai pohon Aras Libanon. Dengan luas cakupan kekuasaan Mesir saat itu, kekuatan budaya, potitik, ekonomi dan pertahanannya, didukung lagi dengan kekayaan alamnya, membuat seolah-olah tidak ada lagi bangsa yang sanggup menyamai Mesir, bahkan pohon-pohon Aras di taman Allah sekalipun. Hal inilah yang membuat banyak bangsa datang dan berlindung kepada Mesir. Sayang sekali karena pohon yang begitu megah ini, Alkitab katakan akan ditebang. Allah akan mendatangkan bangsa Asyur yang ganas untuk menebang dan membiarkannya dan semua bangsa yang berlindung kepadanya akan lari membiarkan Mesir.

Ini adalah hukuman akibat kesombongan Mesir, yang merasa tinggi, besar, kuat, dan dengan congkak ia mengalahkan umat Allah dan terlebih lagi merasa bahwa dirinya sudah mengalahkan Allah. Hal ini sekaligus juga menjadi peringatan bagi semua bangsa saat itu, jangan sombong, jangan merasa bangga apabila bisa mengalahkan umat Allah, bisa mengalahkan Israel dan Yehuda. Mereka bisa mengalahkan Israel dan Yehuda, karena Allah sedang menghukum umat-Nya dan kebetulan bangsa-bangsa luar inilah yang dipakai Allah sebagai alat untuk menghukum dan mendidik umat pilihan-Nya.

Dari Yehezkiel 31, kita melihat bahwa manusia yang sombong, sekuat apapun dia, suatu saat pasti akan jatuh juga. Allah kita bukan Allah yang diam, Ia adalah Allah yang menguasai sejarah umat manusia. Allah-lah yang mengizinkan satu bangsa tumbuh besar dan mengizinkan juga satu bangsa yang tidak benar dihancurkan. Mari kita belajar menjadi orang yang rendah hati, sekalipun mungkin kita sedang diberkati dan dipakai Allah.

STUDI PRIBADI: Membaca dari bagian ini, pelajaran rohani apa yang kita dapatkan untuk diterapkan di dalam kehidupan kita hari lepas hari?
POKOK DOA: Berdoalah bagi setiap jemaat Tuhan agar mereka hidup di dalam kerendahan hati dan setia di hadapan Tuhan, sebab apapun yang ada dalam dirinya adalah kepunyaan Allah.