Bacaan hari ini: Markus 13:24-37
“Supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur.” (Markus 13:36)

Janji kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, membawa kita kepada perenungan akan kedatangan-Nya yang pertama. Saat itu, orang-orang saleh begitu merindukan kedatangan Sang Mesias, berharap Dia segera datang dan membebaskan mereka dari penderitaan.

Sebut saja Simeon, yang ketika bertemu dengan bayi Yesus di Bait Suci, mengungkapkan kepuasannya melebihi apapun dengan kalimat, “biarlah hamba-Mu ini pergi dengan damai sejahtera.” Ini adalah respons sukacita dan kepuasan menyaksikan rencana Allah sudah digenapi dan dia siap menghadap Bapa. Seharusnya kerinduan dan pengharapan yang sama juga ada dalam diri orang Kristen yang sedang menanti-nantikan kedatangan Yesus yang kedua kali.

Orang Kristen harus melihat janji kedatangan Yesus ini sebagai “home gathering” dari semua saudara seiman. Yesus sendiri mengatakan, pada saat itu Dia akan menyuruh malaikat-Nya mengumpulkan orang pilihan-Nya dari seluruh penjuru bumi. Dia akan datang dalam awan dengan segala kuasa dan kemuliaan, seperti yang dinubuatkan Daniel. Dulu Yesus datang dalam kelemahan dalam rupa seorang bayi, namun kelak Dia akan datang dalam kekuasaan. Dulu Dia datang dalam kehinaan dalam sebuah kandang dan dibuai di sebuah palungan, namun kelak Dia akan datang dalam kemuliaan. Dulu Dia datang untuk memanggil orang berdosa untuk bertobat, kelak Dia akan datang untuk menghakimi para pendosa yang tidak percaya akan Dia.

Dalam masa penantian ini, bagaimanakah respons kita? Apabila kita mengaku sebagai orang percaya yang mengasihi Yesus maka kita akan menanti Dia dengan sukacita dan berharap Dia segera datang; namun di sisi lain, bagi orang tidak percaya, pasti berharap Yesus tidak akan pernah datang kembali. Orang percaya harus menantikan Tuhan dengan berjaga-jaga dan berdoa, dan mengerjakan tugas keselamatannya dengan baik, sehingga ketika Dia datang kita tidak didapati-Nya sedang tertidur dan lalai mengerjakan tugas.

STUDI PRIBADI: Bagaimanakah sikap hati kita kepada Yesus; apakah harta lebih berharga bagi kita dibanding Dia?
POKOK DOA: Berdoalah supaya kita sadar bahwa harta dunia bernilai fana, dapat lenyap seketika sehingga kita tidak menjadi orang yang tamak akan harta sehingga mengabaikan Dia, sang sumber harta.