Bacaan hari ini: Matius 10:1-11:1
“Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.” (Matius 10:28)

Dalam pembacaan kita hari ini, secara khusus, Tuhan memanggil kita untuk bersaksi bagi nama Tuhan, memberitakan Injil keselamatan Tuhan kepada seluruh bangsa. Dalam hal ini, Tuhan tidak menjadikan kelancaran dan kesuksesan seperti manusia pikirkan pada umumnya, bahwa: “kalau ada Tuhan pasti hidup sukses”. Kenyataannya Tuhan Yesus dalam bagian ini mengatakan bahwa orang yang bersaksi demi nama-Nya akan mendapatkan banyak: tantangan, perselisihan, bahkan aniaya, dan “musuh” itu datang dari pihak masyarakat yang kita kenal, dari pemerintah yang berkuasa, bahkan dari keluarga kita sendiri. Oleh sebab itu, dalam bagian ini Tuhan Yesus juga menjanjikan banyak pertolongan kepada kita dalam kesulitan tersebut (ayat 16, 19-20, 30-32, 40-42), dan juga ada tiga ayat yang menyebutkan kepada kita agar “jangan takut” (ayat 26, 28, 31).

Kita bersyukur hidup di zaman yang manusianya relatif lebih terdidik dan bisa berlaku sopan terhadap orang lain yang berbeda pendapat; kita tidak hidup di dunia yang penuh penganiayaan terhadap orang Kristen (sejarah menunjukkan banyak penganiayaan terhadap orang Kristen karena kesaksian mereka, dan masih terus berlangsung sampai saat ini di banyak negara). Namun kita juga memiliki kesulitan untuk bersaksi, mungkin lingkungan kita, mungkin “adat istiadat” kita, mungkin peraturan tertentu, atau ketakutan ditolak dan dikucilkan oleh lingkungan di mana kita tinggal dan kita ingin bersaksi. Firman Tuhan jelas mengatakan kepada kita agar “jangan takut.” Seringkali kita takut karena “perasaan hati” kita, atau “pemahaman” situasi menurut pikiran kita. Mari kita letakkan “perasaan” dan “pikiran” kita di bawah kebenaran Firman Tuhan Yesus, dan melihat bagaimana janji Tuhan atas “ketakutan” kita, Tuhan akan bertindak melampaui “akal pikiran” dan “perasaan” kita. Damai sejahtera Tuhan yang melampaui segala hal memelihara hati dan pikiran kita, amin.

STUDI PRIBADI: (1) Pergumulkanlah dengan sungguh, kita mau bersaksi kepada siapa, dan doakanlah orang tersebut di hadapan Tuhan (2) Mohonlah hikmat dari Tuhan untuk berkata-kata dengan tepat, melalui situasi atau kesaksian hidup kita.
POKOK DOA: Kiranya Roh Kudus Tuhan memampukan setiap jemaat Tuhan untuk dapat bersaksi kepada mereka yang belum percaya, di mana pun dan kapanpun, Amin.